KTNA MINAHASA DIDESAK SIAPKAN PROGRAM UNTUK HADAPAI MUSIM KEMARAU SERTA DISOROTI PERJALANAN DINAS KELUAR DAERAH.
Minahasa, BA,OBER NEWS. Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Minahasa dibawah pimpinan Musa Lembong di desak agar melaksanakan program yang berpihak kepada petani di minahasa saat menghadapi musim kemarau. Kinerja kerja ketua KTNA dipertanyakan dan disoroti soal program musim kemarau dan perjalanan keluar daerah sehingga petani mempertanyakan efektivitas kinerja Pengurus kontak Tani Nelayan Kabupaten Minahasa di bawah kepemimpinan Musa Lembong.
Dikatakan bahwa kekecewaan muncuat seiiring minimnya langkah kongkrit dan pendampingan nyata yang dirasakan masyarakat petani saat menghadapi tantangan cuaca extrim. Para petani menilai kehadiran KTNA belum memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan maupun penyelesaian masalah mendasar dilapangan.
Karena itu KTNA didesak agar menyiapkan program untuk hadapi musim kemarau dan tidak mengadakan perjalan dinas keluar daerah atau mengadakan pertemuan pertemuan diluar daerah. Serta diharapkan KTNA dapat memprioritaskan penyediaan bantuan teknologi pakan, pompa air, bantuan benih tahan kering serta akses permodalan. Hal ini dipertanyakan juga dalam group suara orang minahasa oleh Tenaga Ahli/koordinator R3D command centre Pemkab Minahasa era bupati Roy Roring - Robby Dondolambey (RR-RD), Steven J. Korengkeng kepada om musa lembong soal kebenaran tersebut.
Musa Lembong ketika ditemui tentang sorotan ini hanya tersenyum sumringah dan mengatakan: "Kami terus bersama petani mendapingi mereka, mestinya ini ditanyakan ke Pemerintah Minahasa ,kan mereka yang punya uang. Sudah salah alamat tudingan ini."
Selanjutnya dikatakan: "Banyak kegiatan kami dilapangan ogah dihadiri bupati atau wakil bupati coba cek undangan disana. Dan coba cek berapa dana yang diberikan untuk kami adakan jalan jalan dinas keluar daerah, semua usulan dan proposal ditolak, padahal kami sama dengan PKK, Deskranada, PMI, KNPI Pramuka atau lainnya. Oh kalau saya ke luar daerah jenguk anak kuliah itu tidak dibiayai pemerintah, itu biaya sendiri" sebut Ketua Umum DPP BGN ini dengan senyum.
Selanjutnya di sebutkan: "Kalau kami harus menyiapkan bantuan pakan, pompa air, irigasi, benih dan modal, tunggu saja dan bersabar kalau nanti aku sudah jadi menteri pertanian bupati atau kadis pertanian, kan dana ada di pemerintah, bukan di KTNA". Sambil berkelakar berharap.#dl#